Kuliah S2, Katanya Menyenangkan? Bulshit!

8:48 AM

"Kau harus hidup dan bertahan sendiri, makan, berjalan, bahkan berlari. Kerjakanlah sendiri"

Banyak yang bilang, "Wah Sut, hebat mu bisa lanjut S2. Bagaimana kuliah S2 nah? Seru?" Rasakanlah sendiri, sebab jika menanyaiku. Kuliah S2 hanyalah sebuah kesibukan yang berlalu sia-sia.
Melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 2 (S2) memang suatu kebanggaan bagi setiap orang, yah boleh dikata hebatlah karena bisa naik satu tingkat lebih tinggi. Titlenya pun bertambah dan peluang kerja lebih luas. Tapi, apakah menjalani kuliah di S2 itu sekeren title yang dimiliki? Ahh, tidak juga.
Secara pribadi, bagi saya sendiri yang sekarang masih menjalani kuliah S2 tak merasakan kebahagiaan yang haqiqi. Hampir 2 tahun kuliah, saya hanya datang, ikuti materi, kadang tidur dipojokan, lalu kembali bekerja (yah, namanya juga kuliah sambil kerja). Saya benar-benar tidak menikmati arti kebahagiaan selama berkuliah.
Materi dosen tak kuserap dengan baik sebab fokus pada kerjaan yang menghantui. Teman tak kuhiraukan karena terlalu terpana dengan kerjaan, lagi-lagi semuanya karena pekerjaan.
Berbicara tentang pertemanan. Dari 22 teman sekelasku, tak satupun yang menjadi teman dekatku. Saya merasa benar-benar kesepian di tengah keramaian. Tak ada yang bisa kuandalkan dari sekian banyak teman yang ada. Pun mereka tak bisa mengandalkanku. Terkadang, saya seperti orang yang bodoh karena ketinggalan informasi. Lalu buat apa saya punya profesi seorang jurnalis? Ironiss dan terasa menyedihkan.
Oh iya, ternyata saya lupa, teman akrab dari S1 sekelas denganku. Bahkan dia jadi ketua tingkat! Ah bulshit. Tak ada gunanya. Toh sampai sekarang saya juga masih seperti orang bodoh. Memasuki semester 2, ia sibuk dengan orang yang terus menerus bergelantungan diketeknya.
Kadang, saya bertanya dengan teman-teman yang lain. Alhamdulillah, untung saja saya berada di antara orang-orang yang baik. Meskipun kami tak akrab, setidaknya mereka sering kumintai informasi.
Sekarang, lagi sibuk-sibuknya ngurus tesis. Jujur, saya orang yang ketinggalan. Hampir seperdua dari teman kelasku sudah ujian proposal. Lah saya? Benar-benar ketinggalan. Mengapa? Mungkin ini adalah alasan yang lucu.
Saya tak memiliki teman berjuang. Ahh sedihnya.
Saya benar-benar harus berjuang sendiri, konsul sendiri, ke kampus sendiri, bahkan urus ini dan itu serba sendiri. Saya merasa iri melihat mereka yang berjalan berbarengan ditemani teman ke kampus apalagi ke pembimbing dan saling menyemangati. Tapi saya? Berjuang sendiri dan tak tahu arah menentu.
Kabar dari kampus sangat sulit kudapatkan, bahkan dari teman dekat. Apakah dia sudah ACC atau belum. Malah tiba-tiba saya dengar sudah mau seminar. Oh my god! Teman dekat mu pun tak memberimu informasi.
Bagaimana perasaanmu?
Layu.
Ahh, kenapa tiba-tiba saja saya menulis hal konyol seperti ini. Ini tulisan ter ahh sudahlahh yang kuupload.
Mungkin suasana hatiku sedang kacau-kacaunya.
Saya benar-benar merasa terkhianati.
Ingin bercerita pada seseorang, tapi tak seorangpun yang kumiliki untuk membeberkan unek-unek seperti ini.
Hahaha kenapa saya merasa menjadi orang yang begitu miris?
Sudahlah, maafkan bagi yang membaca. Menurut kalian, S2 itu bagaimana?

You Might Also Like

0 komentar