Modal Sewa Angkot Raih Omset Jutaan

2:41 AM

Penulis          : Nurjannah
Editor            : Sutriani

Bubur Manado merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang berasal dari daerah Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Makanan ini biasa juga dikenal dengan Tinutuan, yakni campuran berbagai macam sayuran yang tidak mengandung daging.
Afdal Rauf yang sekarang sudah berhasil menjadi seorang owner di Kedai Pak Bur memang sudah menggeluti usaha tersebut sejak 2012, ia mengisi waktu luang ketika pagi.
Usaha bubur ini dijadikan sebagai usaha sampingan, karena saat itu ia juga mempunyai bisnis Parut Kelapa dan beroperasi pada sore hari. Untuk mengisi waktu luangnya, ia mulai berpikir membuka usaha Bubur Manado.
Foto: Alfath
Uniknya, ia tak punya modal sedikit pun hanya mengandalkan keberanian, mulai dari peralatan seperti panci semuanya dipinjam dari keluarga, kecuali kompor. Setelah semuanya sudah lengkap.
"Saya sama sekali tidak memiliki keahlian dan tidak mengetahui bagaimana cara membuat bubur manado yang enak," katanya kepada Harian Amanah, Selasa (31/10).
Ia mengungkapkan, terkadang bubur yang dimasak hasilnya gagal karena semuanya berubah menjadi encer tidak mengental, semua bahan terpisah sayur berada di posisi atas, air ditengah, serta berasnya berada di bawah.
Setelah terus mencoba membuat Bubur Manado dengan rasa yang nikmat, Afdal kemudian melihat potensi pasar di daerah Tamalanre, ternyata di lokasi tersebut belum ada yang menawarkan Bubur Manado. Sehingga ia mulai menyewa mobil angkot dan mobil tetangga untuk digunakan berjualan.
"Memasuki tahun kedua saya baru memakai mobil pribadi untuk berjualan," ujarnya.
Kemudian di tahun 2014, ia merambah kawasan BTP dengan menyewa pelataran ruko senilai Rp700 ribu per bulan, dengan memakai gerobak untuk berjualan.

Konsisten Dalam Memasak
Dengan ketekunan dan sifat konsisten yang ditanamkan, usaha bubur Manado milik Afdal Rauf bisa bertahan. Dengan keahlian tangannya meracik berbagai bahan kini usaha ini memasuki tahun kelima dengan jumlah karyawan empat orang.
Sikap konsisten tersebut mendapatkan respon yang baik dari pelanggan, terutama soal rasa dan kualitas produk. Kini dirinya sudah memperluas jaringan usahannya, dengan menerima pesanan paket catring untuk kegiatan dan bekerjasama dengan gojek.
Dalam mempertahankan rasa dan kualitas yang dimiliki, ia memakai cara pengolahan sendiri dalam memasak campuran sayur. Sehingga pada saat mencampurkan bahan secara keseluruhan menjadi bubur Manado, sayurnya tetap segar dan tidak layu.
“Saya memakai trik tersendiri dalam mengelola bahan memakai trik tersendiri, dalam mempertahankan kualitas produk. Seperti dalam memasak sayurannya, agar tetap enak pada saat baru di makan,” ujarnya.
Untuk memenuhi suplai sayur, ia memiliki langganan. Sehingga lebih memudahkan dalam mencari bahan sayur yang diinginkan.

Jangan Pernah Bosan
Ia menjelaskan, bagi yang bergelut dalam dunia usaha jangan pernah bosan. Karena tidak selamanya usaha yang baru dirintis langsung akan berkembang, dibutuhkan kesabaran yang lebih.
“Ikhlas dalam bekerja, selalu merasa gembira dalam melakukan pekerjaan, karena segala sesuatu pasti membutuhkan perjuangan dan kesabaran. Serta tetap fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai dengan usaha dan berdoa,” tuturnya.
Ia mengungkap, menjadi pengusaha tidak terikat oleh waktu. Dirinya bisa lebih leluasa mengatur waktunya untuk bersama keluarga dan teman-teman. 

Bahan dan Alat Bubur Manado
Bahan:
1.      Kangkung: Rp1.500 @1 ikat
2.      Jagung: Rp5.000 @3 buah
3.      Kacang Panjang: Rp1.500 @1 ikat
4.      Labu: Rp5.000 @1 buah
5.      Beras: Rp9000 @1 liter
6.      Jeruk Nipis: Rp2.000 @1 buah
Alat :
-          Panci: Rp25.000 (sesuai ukuran)
-          Wajang: Rp45.000 (sesuai ukuran)
-          Kompor: Rp110.000 (sesuai merek)
Cara membuat:
1. Masak air terlebih dahulu sampai mendidih
2. Setelah itu masukkan beras menjadi bubur
3. Kemudian masukkan semua jenis sayuran yang telah dimasak terlebih dahulu
4. Campurkan ikan sesuai selerea pelanggan. Terdapat beberapa varian rasa, bubur manado ikan teri, bubur manado ikan katamba, original , bubur kacang ijo.
Motivasi Usaha:
-          Tidak terikat oleh waktu
-          Dapat memberikan lapangan pekerjaan
-          Terus berinovasi
-          Konsisten dalam memasak dan memilih bahan
-          Keuntungan bisa mencapai Rp15 juta perbulan




You Might Also Like

0 komentar