Alumni Unismuh Sulap Daun Singkong jadi Kripik

5:09 AM

Penulis  : Nurjannah

Editor    : Sutriani



Pemanfaatan singkong atau ubi kayu selama ini hanya berfokus pada umbinya. Sementara bagian lainnya seperti daun hanya sebatas untuk dijadikan sayuran. Lewat tangan terampilnya, Asri warga Pattalassang Kabupaten Gowa berhasil mengolah daun singkong menjadi kripik. Bahkan saat ini, sudah diperjual belikan dengan merk dagang Kikome (Kripik Leko Lame).
Owner Kikome sekaligus sebagai Alumni Unismuh Makassar ini mengisahkan, usahanya berawal dari keinginannya memanfaatkam daun singkong yang banyak tumbuh di daerahnya. Sejak 2015 lalu, produk olahannya cukup laris di kalangan masyarakat.


Owner Kikome, Asri.
Kripik yang dihasilkan melalui berbagai eksperimen selama enam bulan. Menggunakan modal Rp300 ribu untuk membeli bahan sesuai kebutuhan dan menggunakan alat tradisional di dalam mengolah bahannya. Meski sempat gagal, ia tidak pernah menyerah dan terus menerus memperbaiki produknya. Hingga akhirnya di tahun berikutnya mendapatkan respon yang baik dari masyarakat.
"Alhamdulillah dengan keuntungan yang saya dapatkan, membuat saya terus melakukan pengembangan dengan menambah bahan produksi dan alat. Sekarang sudah dapat menggunakan empat mesin," katanya, Kamis (2/11).
Menurutnya, daun singkong pun bermanfaat bagi tubuh.  Karena daun singkong banyak mengandung vitamin, zat besi, dan protein yang cocok bagi tubuh.
Ia mengungkapkan, nama brand untuk produknya cukup unik KIKOME, sehingga saling berkesinambungan karena leko berarti daun, sedangkan lame berarti singkong.

Berdayakan 4 Petani
Asri menyebutkan motivasi utama menjadi pengusaha adalah memberdayakan petani yang ada di kampungnya. Selama ini petani singkong hanya menjual umbinya, sementara daunnya hanya dibuang atau dijadikan pakan ternak.
Padahal jika daun singkong diolah menjadi kripik akan menambah penghasilan bagi petani. Terlebih kripik diminati oleh kalangan masyarakat, karena teksturnya yang tipis, renyah, gurih, lezat dan enak.
"Sekarang sudah dapat memberdayakan empat petani dengan membeli hasil daun singkongnya, sehingga tidak dibuang begitu saja. Dan terdapat lima ibu rumah tangga yang dijadikan sebagai karyawan untuk membuat kripik," ujarnya.
Ia menambahkan, sudah lima kali menggeluti berbagai macam usaha namun hasilnya tetap nihil dan tidak ada yang bertahan, baru kali ini usaha kripik daunnya dapat maju dan berkembang. Berkat usahanya tersebut, ia bisa menambah penghasilan keluarganya. Bahkan menghidupi beberapa karyawannya.
"Sekarang bila berharap menjadi seorang pengajar atau karyawan sangat susah, belajar dari pengalaman saudaranya, yang sampai sekarang belum terangkat menjadi PNS. Karena butuh proses yang panjang," tuturnya.

Terapkan Kejujuran
Ia menjelaskan, selama menjadi pengusaha hal pertama yang ditanamkan dalam dirinya ialah kejujuran, karena merupakan modal utama kepada pelanggan dan harus memiliki sifat disiplin. Misalnya, ketika ingin bertemu dengan pelanggan untuk membawakan pesanannya harus sesuai dengan waktu yang telah di sepakati, agar mereka juga dapat memberikan kepercayaan penuh.
“Pernah satu kali, saya mengadakan janjian dengan calon investor, saat itu saya telat setelah sampai di lokasi ternyata investornya sudah pergi. Dari situlah saya memacu diri untuk lebih disiplin dan menempati janji dengan baik,” imbuhnya. Dan dalam memasarkan produknya, setiap keluar selalu membawa 2-3 sampel produk.
Setiap bertemu dan berkenalan dengan orang lain, membagikan secara gratis, agar mereka dapat merasakan. Dan dengan strategi tersebut produknya banyak dikenal dengan masyarakat luas.


Alat dan BahanBahan:
  • Daun Singkong Rp5.000 @1 ikat
  • Terigu Rp9.000 @1 Kg
  • Bawang Putih Rp5.000 @2 biji
  • Minyak Goreng Rp12.000 @1 liter
Alat:

  • Mesin penggiling: Rp4 juta
  • Pengering Minyak (Spinner): Rp5.300
  • Mesin Press: Rp300.000
  • Wajan: Rp150.000
  • Penyaring: Rp50.000
  • Kompor: Rp350.000
  • Panci: Rp500.000
Cara Pembuatan KIKOME:
  1. Pilih daun singkong yang bagus dan segar, tanpa ada bintik-bintik kuning dari petani
  2. Lalu daun singkong lalu direbus di dalam panci.
  3. Tunggu hingga 15 menit, sampai setengah matang.
  4. Setelah itu keluarkan dari panci dan peras daun singkong yang telah direbus agar kadar airnya berkurang.
  5. Kemudian campurkan semua bahan menjadi adonan
  6. Setelah itu masukkan di mesin penggiling
  7. Finishing, adonan dibentuk kemudian digoreng, setelah itu tunggu beberapa menit dan bungkus
Motivasi Usaha

  • Jeli melihat peluang yang ada di sekitar
  • Berdayakan tetangga atau masyarakat sekitar
  • Terapkan kejujuran dan pantang menyerah 
Perkembangan Usaha
  1. Produksi 100 pic/hari
  2. Sudah memiliki reseller yakni Ibu Rumah Tangga, toko oleh-oleh di Sombaopu, Bandara, dan toko oleh-oleh lainnya
  3. Produksi sudah tersebar di beberapa daerah
  4. Reseller dari kalangan mahasiswa di antaranya UMI, Unhas, Unismuh
  5. Berupaya mengurus sertifikasi Halal
  6. Memiliki dua varian rasa: original dan sweet spicy

You Might Also Like

0 komentar