Sukses Bangun Usaha Rumput Laut di Makassar

2:13 AM

Penulis           : Nurjannah
Editor             : Sutriani

Ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) khususnya kota Makassar sebagai pusat bisnis, berkembang dengan pesat di sokong dengan adanya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan parawisita. Sehingga semakin muda bagi setiap orang dalam membuka usaha.
Boedi Sardjana Julianto selaku Direktur PT Jaringan Sumber Daya (Jasuda) mengisahkan, usaha yang digeluti sejak 2005 dari Jakarta ke Makassar memang ingin mengembangkan bisnis rumput laut.
Setelah mengumpulkan niat dan tekad, ia pun memberanikan dirinya memulai usaha. Dan hal pertama yang dilakukan yakni, mengetahui potensi pasar dan fesyen yang ada di Kota Daeng.
Menurutnya, selama ini terkadang pelaku usaha pemula hanya ikut trend saja, padahal terlebih dahulu harus memikirkan potensi pasar, dan memiliki niat yang sungguh-sunggguh dalam menjalankan usahanya.
 
Foto: Alfath

“Jika UKM berbisnis industri makanan, tahap awal menjamin produk tersebut harus aman dan jika pelaku usaha ingin mengembangkan usahanya, mempunyai Perizinan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan (Dinkes),” katanya.
Ia lalu mencoba bekerjasama dengan Dinkes, untuk meninjau tempat produksi  usaha, agar dapat diketahui langsung bagaimana cara produksi produknya, lalu bisa diteliti tentang kualitas keamanannya misalnya, makanan tersebut  higeanis dan sehat.

Istimewanya Buka Usaha Rumput Laut
Ia menjelaskan, yang paling istimewa menjadi pengusaha dapat memberikan manfaat kepada masyarakat atau ummat, hal tersebut menjadi dorongan dalam dirinya sebagai Muslim untuk memulai usaha rumput laut.
“Menjadi pengusaha sama halnya mewujudkan ajaran agama Islam dan sesuai hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yakni, sembilan dari pintu rezeki salah satunya berdagang,” pungkasnya.
Selain itu, harus menjadi pedagang yang jujur dan transparan, tidak menaikkan harga, tidak menyulitkan ketika memberikan utang, sehingga akan masuk surga, seperti orang mujahid atau syuhada.

Bagaimana Proses Pengolahannya?
Rumput laut bisa dipanen dalam waktu setengah bulan, sehingga memberikan kemudahan dan nilai gizi bagi kesehatan sangat bermanfaat. Harga rumput laut bisa mencapai 15-20 perkilogram rumput laut kering. Selain itu, kebutuhan rumput laut dunia selalu meningkat.
Rumput laut dari berbagai riset bisa digunakan untuk beberapa industri misalnya, kosmetik, makanan, pakan ternak, maupun obat. Sehingga nilai rumput laut sangat tinggi karena dibutuhkan dari berbagai industri.
Rumput laut yang diproduksi kemudian diolah menjadi beberapa jenis makanan seperti, brownis Seaweed Brownies, manisan rumput laut, kerupuk rumput laut, dodol, mie, agar-agar dan produk kecantikan.
Menurut Boedi Sardjana Julianto, memilih rumput laut yang bagus, yakni petani diajarkan untuk menanam rumput laut yang bagus, merawat sampai umur 45 hari atau satu setengah bulan setelah itu dipanen, setelah itu dikeringkan harus 35 persen kadar air yang dimiliki.
“Kemudian dibersihkan kadar kotoran, garam, pasir, dan benda-benda asing, lalu dikemas. Setelah rumput laut tiba di tempat produksi, di bersihkan kembali sampai memiliki warna putih kekuningan, karena kalau dari pantai warnanya masih coklat dan hitam,” tuturnya.

Kiat-Kiat Usaha Rumput Laut
  1. Niat dari dalam diri, agar pada saat mengalami penurunan bisa bangkit kembali.
  2. Berawal dari Team yang dibetuk yakni, Jasuda. Mendapatkan gaji atau service fee berdasarkan project atau jasa pelatihan, workshop, riset, coaching dan mentoring.
  3. Kemudian usaha dimulai dengan merintis jasa konsultasi rumput laut.
  4. Kala itu, operasional kantornya yang dimulai sejak Juli 2008 hanya Rp5 juta perbulan saja.
  5. Kemudian terus mengumpulkan modal hingga Rp100 juta untuk operasional kantor dan memberikan pinjaman bibit rumput laut kepada petani yang mendapatkan pendampingan.
  6. Modal utama yang diperlukan juga adalah tekun dan rajin turun kelaut untuk menanam, merawat dan memanen. Sebab rumput laut tidak memerlukan pupuk dan tumbuh alami.
  7. Petani yang tekun dan rajin biasanya sukses dan punya lahan atau tempat budidaya lebih dari tiga lokasi berbeda sehingga bisa melakukan rotasi tanam dan terus menanam sepanjang tahun.

Mengapa Pilih Rumput Laut?

  1. Rumput laut menjadi pilihan karena dapat membantu masyarakat rentan pesisir untuk mendapatkan alternatif usaha dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan.
  2. Rumput laut mudah budidayanya, modal usaha kecil dan bisa jadi usaha keluarga masyarakat pesisir.
Apa Motivasinya?

  1. Motivasi utama usaha rumput laut, karena ingin membantu masyarakat pesisir dan memberikan nilai tambah usaha rumput laut.
  2. Ingin memberikan manfaat seluas-luasnya bagi pelaku usaha rumput laut dan konsumen seperti, kemudahan mendapatkan rumput laut berkualitas untuk bahan baku industri, usaha kecil dan menengah berbasis rumput laut.
Perkembangan Usaha:

  1. Setiap 45 hari dari waktu tanam sudah bisa dipanen dan jual.
  2. Harga rumput laut kering satu kilo lebih mahal dari pada harga satu kilo gabah dan jagung. Jika permintaan tinggi, rumput laut cottonii saat ini harganya ditingkat petani 14-15 ribu perkg.
  3. Sudah memiliki website yakni, www.jasuda.net untuk mengetahui informasi harga setiap dua minggu serta info lainnya.
  4. Kini masyarakat pesisir bisa melakukan budidaya karena banyak area budidaya di laut yang bisa ditanami.
  5. Setelah berjalan 9 tahun, Jasuda telah mendapatkan modal dengan mengumpulkan 10% management fee setiap project atau jasa yang diperoleh Team Jasuda.
  6. Modal tersebut dioperasikan untuk membantu pengembangan usaha rumput laut seperti pinjaman bibit tanpa bunga berdasarkan bagi hasil usaha, produksi rumput laut siap saji misalnya, Dodol Jasuda dan rumput laut kering yang sudah bersih dan siap dimasak untuk salad, es buah, brownies, nugget,  mie, ice cream,  kosmetik dan produk-produk lainya berbasis rumput laut.


You Might Also Like

0 komentar