Mempertahankan Harga Diri dan Orang yang Disayang

6:41 AM

"Setiap orang pernah melakukan pengorbanan, baik itu hal kecil sekalipun"

Berkorban demi org yang kita sayangi adalah sebuah keputusan yang sering sekali dijalani. Apakah itu tentang keluarga, sahabat, ataupun teman. Selalu saja ada hal yang ingin kita korbankan untuknya.

Itulah pelajaran yang kudapatkan dari rekan kerjaku. Sebut saja Pak Tom, begitu aku memanggilnya setiap hari. Wajah cuek, sangar, pendiam, kalau bicara menyakitkan. Namun sungguh, dia mampu mendidik anggotanya (red: bawahan) dengan sangat baik. Bahkan, dia rela meninggalkan pekerjaan yang sudah dua tahun digeluti hanya untuk mempertahankan anggotanya.

Putusan dari pimpinan, meminta Pak Tom harus memecat 7 orang anggotanya. Tentu itu bukan angin sedar yang harus didengarkan olehnya. Tanpa mengurangi rasa hormatnya, tentu ia kontra atas keinginan dari pimpinan tersebut.

*
Berhari-hari, Pak Tom begitu memikirkan keinginan dari pimpinan. Ia tak mungkin dengan mudah langsung memberhentikan tujuh anak didiknya yang sudah diasuh dr nol hingga sampai sekarang menunjukkan kinerja yg memuaskan.

Karena terlalu berat, ia memutuskan utk membawa surat pengunduran diri. Resign.

Mendengar kabar itu, seisi kantor sontak kaget dan tentunya, sangat tidak bisa menerima.

Seorang Pak Tom, sosok yang sangat dikagumi di Kantor kami. Ia memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Bahkan aku tidak bisa memprediksi berapa IQ yang dimiliki olehnya.

Sedihku, ia adalah orang yang banyak mendukungku dalam membuat video. Aku banyak belajar ilmu mengedit lewat PC darinya. Video yang biasanya hanya bisa kuedit lewat smartphone, kini bisa kubuat di komputer berkat dia.

"Saya adalah orang yang paling berat untuk memecat seseorang. Apalagi mereka adalah anak didik yang sdh kubina dengan baik selama ini. Lebih baik saya yang mundur," katanya begitu bijak.

Keputusan yang diambil Pak Tom sangat menuai kontra di Kantor. Tak satupun yang ingin menerima, termasuk pimpinan kami.


You Might Also Like

0 komentar