Kontroversi Penolakan Tulisan Ucapan Natal, Begini Kata Owner Chocolicious

12:25 AM



“Cie, ikutan ngunggah penolakan Chocolicious untuk tulis ucapan selamat natal, mau viral dan jadi seleb medsos yah?”
 
Tradisi mengirim hadiah saat Natal, baik dalam bentuk kado ataupun kue dan buah-buahan, berlangsung di sejumlah negara, tak terkecuali Indonesia.
Namun toko kue Chocolicious Makassar dengan tegas menolak membuat atau menyediakan kue dengan tulisan ucapan Natal tersebut.
Ditemui secara eksklusif di outlet barunya D' Jalkots, Jalan Abdullah Dg Sirua, Makassar. Owner Chocolicious drg Fika Kurniawaty, memberikan penjelasan terkait hal ini.
Ia mengatakan, sebagai pihak Chocolicious tentunya ia sangat menghargai semua agama, karena rezeki datangnya dari Allah Ta’ala melalui costomer. Sehingga menurutnya tak ada perbedaan sama sekali.
"Silakan kalau Anda yang ingin membeli kue di outlet Chocolicious, kami sambut dengan gembira dan tangan terbuka, cuman ada satu prinsip yang kami pegang dan prinsip itu terkait dengan aqidah," jelansya, Senin (25/12).
Drg Fika, sapaan akrabnya, melanjutkan, tentunya Chocolicious hanya bisa membantu dalam menyediakan kue yang diinginkan konsumen. Terserah mau dijadikan sebagai apa. Karena setelah konsumen melakukan transaksi, kue tersebut menjadi hak mereka.
"Kalau hanya ingin beli kue kami siapakan, tapi kalau untuk menulis ucapan. Nah, itu kami tidak bisa. Sekali lagi, karena persoalan aqidah yang selama ini sudah kami pegang teguh," tegas drg Fika sembari tersenyum.
Sementara itu, jika beberapa pelanggan membawa sendiri kartu ucapannya, kemudian menempelken ke kue yang telah dibelinya itu hak mereka, sebab itu sudah bukan tanggung jawab Chocolicious lagi.
Awal Mula Penolakan Tulisan Ucapan Natal, Justru Chocolicious Sangat Toleran
Drg Fika menceritakan, awal mulai ia menolak untuk menuliskan ucapan natal kepada pelanggan sudah dilakukannya sejak 2016.
Drg Fika baru menyadari bahwa memberikan ucapan natal itu sebenarnya menyalahi aturan Aqidah. Semenjak itu juga, ia memutuskan jika tidak ada lagi tulisan ucapan natal. Ia lalu menyosialisasikan kepada para karyawannya untuk stop menerima permintaan konsumen jika ingin dituliskan ucapan natal lagi.
Drg Fika juga menyebutkan, penyebab viralnya kabar penolakan dari pihak Chocolicious, yakni dari pelanggan yang menyebarkan di sosial media (sosmed) bahwa Chocolicious tidak menerima tulisan ucapan natal.
Chocolicious Disebut Radikal dan Rasis, Owner: Kami hanya Bisa Bersabar
Tegasnya Chocolicious yang menolak tulisan ucapan natal, meski mendapat dukungan dari banyak pihak. Namun tak sedikit juga masyarakat memberikan komentar negatif kepada pihak Chocolicious.
"Ada yang bilang Chocolicious itu toko kue radikal, yang tidak mau memberi tulisan ucapan natal. Ada juga yang bilang rasis lah dan menyalahi pancasila," cerita drg Fika.
Melihat hal itu, drg Fika hanya cukup bersabar dan mengambil hikmah dengan kabar yang beredar.
“Kami pikir semua ada hikmahnya dan Alhamdulillah, dengan adanya pemberitaan ini, pelanggan semakin banyak berdatangan," tuturnya.
Chocolicious Tolak Ucapan Natal tapi Tetap Tawarkan Parsel, Ini Alasannya!
Hangatnya penolakan tulisan ucapan natal Chocolicious yang menyajikan 120 jenis kue ini, bahkan semakin menyebar di seluruh Indonesia. Spekulasi pun mulai bermunculan.
Lebih parahnya, berbagai pihak sempat menyinggung masalah hampers atau orang Indonesia lebih familiar dengan kata parsel, bahwa ini sepanjang tahun ada di Chocolicious.
Namun, drg Fika mengklarifikasi hal ini. Dengan penuh ketenangan, ia mengungkap bahwa baik bukan hari raya, hampers selalu tersedia di outlet Chocolicious, namun tak dikhususkan untuk natal dan tentunya tak ada atribut natal.
“Kami memang menyediakan parsel, itu hampir tiap tahun dan kami menawarkan itu ke konsumen. Namun dengan catatan, itu tak ada tulisan ataupun ucapan natalnya. Nah, kalau sudah ditangan konsumen, artinya sudah jadi hak mereka. Bergantung dari pembelinya mau digunakan untuk apa,” terang drg Fika.
Owner Chocolicious drg Fika Kurniawaty

You Might Also Like

0 komentar