Aku Pikir, Hanya Aku yang Tak Nyaman

7:48 AM

"Aku pikir hanya aku yang merasa  tidak nyaman sekarang"

Aku pikir bahwa aku satu-satunya yang menjadi gelisah karenanya.
Aku pikir bahwa tidak ada gunanya, bahkan jika aku mengatakan sesuatu.
Aku takut akan dibenci olehnya jika aku mengatakan sesuatu.
Aku yakin dia sedang tertawa, jadi aku berasumsi kalau dia benar-benar berbeda dariku.
Aku pikir dia sudah melupakan dan lebih nekad dariku.
Aku pikir dia tidak akan peduli.

Tapi, mungkinkah dia sama sepertiku?
Dia juga merasa tidak nyaman seperti aku dan ragu-ragu seperti yang aku lakukan.

Sebenarnya, aku sangat berharap bisa berpikir dengan nyaman dan berharap dia tak muncul dibenakku lagi.
Aku berharap tak penasaran mengenainya lagi, mengenai dia memikirkanku juga atau tidak ataupun apakah dia merindukanku. Karena jika sudah berniat melupakan seseorang artinya, meskipun hal baik terjadi padanya. Kau tidak bisa merasakannya bersama-sama dan kau tidak bisa mencemaskannya meskipun hal buruk terjadi padanya. Kenyataan yang terjadi jika kau sudah melupakan seseorang adalah kau tidak bisa lagi saling penasaran satu sama lain, bukan?
Yah, aku dan dia memang punya sedikit romantika biasa, pun perpisahan yang biasa juga. Jadi seiring berjalannya waktu akan kulupkan dia. Aku tahu akhirnya akan kulupakan dia. Kata-kata ini setidaknya sedikit meringankan sakit dan pikiranku yang terus berkecamuk. Tapi sungguh ini sekaligus membuatku sedih.

Kadang-kadang aku ingin menangis keras-keras dan ingin seseorang mendengarku menangis. Aku ingin mereka mendengarku menangis dan berkata semuanya akan baik-baik saja.

Kadang-kadang  aku ingin mengamuk pada seseorang atau pada nasib. Aku ingin seseorang menepuk punggung dan memberitahuku bahwa itu bukan kesalahanku. Dan aku memberitahu mereka "Hentikan, sudah cukup! Aku benar-benar belum bisa melupakannya dengan cepat!"

Mungkinkah ini salahku? Manusia bukanlah makhluk segampang itu, benarkan?

You Might Also Like

0 komentar