Ketika Sahabat Bermetamorfosis jadi Musuh

8:19 AM

"Teman 'shit' itu adalah dia yang tidak pernah ingin memuji keberhasilanmu dan tidak bahagia melihat pencapaianmu"

The Fuck*ng friend!
Auh, kayaknya aku sudah berani menulis kata-kata yang masuk kategori kasar. Sepertinya, suasana hatiku benar-benar tidak dalam keadaan baik. Amat buruk!

Aku sedang mendapati suasana hati yang terpojokkan. Orang yang kuanggap sahabat, malah mengabaikanku hanya dengan satu kesalahan. Sangat tidak berprikemanusiaan! Sahabat macam apa?

"Kamu itu punya banyak sahabat yah. Mulai dari ini sampai itu," kata teman yang baru kukenal.

Sahabat apaan? Sahabat yang tersenyum manis ketika ada butuhnya? Ataukah sahabat yang bermanja-manja ketika mau pinjam duit?

Berbicara tentang sahabat, setiap orang punya perspektif masing-masing. Termasuk aku. Begitu luas dan penuh dengan lika-liku, kekecewaan.

Bukankah sahabat adalah pacar kedua dalam kehidupan setiap manusia. Tapi kadang, sahabat juga adalah musuh paling nyata dalam hidupmu.

Dicari saat butuh, dihempaskan saat buat kesalahan. Begitulah nasib yang kualami. Rasa-rasanya begitu. Mungkin. Atau hanya aku yang kelewat baper?

Aku sekarang diabaikan, entah kesalahan apalagi yang sudah kerecoki. Yah, I'm fine. Hanya saja ini kadang tak adil. Maksudku adalah, kalau ada hal yang tidak disenangi dari sahabatmu, yah ngomong toh! Jangan jadikan kesalahan itu sebagai bentuk apresiasi ke-diam-anmu. Kan yang ada salah paham.

Kalau sudah tidak suka, ngomong! Tidak suka. Jangan buat orang lain merasa dipojokkan dan akhirnya sakit hati. Itu terlalu kekanak-kanakan.

Satu kesalahan orang lain maka itu akan dikalikan dengan 1.000 kesalahan dan dikurangkan sejuta kebaikan. Jadi percuma berbuat baik, karena setelah satu kali salah. Semuanya tinggallah minus.

Aku juga kadang mulai muak, bahkan aku berpikir. Kamu siapa? Sudah hebat? Sudah introspeksi diri? Kalau belum. Beli kaca! Bercermin baik-baik.

Oke, oke. Aku hanya manusia biasa. Tak luput dari salah. Tapi jangan harap aku yang akan mengutarakan maaf. Semakin banyak kita meminta maaf, artinya semakin banyak salah yang dilakukan. Lantas aku harus meminta maaf LAGI dan LAGI dengan kesalahan yang tidak pernah kuperbuat. ANDA BENAR sahabat yang egois.

Silakan teruskan perjuangan Anda membenciku. Toh, aku juga tidak membutuhkan anda begitu banyak. Masih banyak yang lebih layak dan sedikit menghargai perasaanku dibanding Anda. Sepertinya, persahabatan kita sudah tidak sehat. Dan ini, bukan persahabatan tapi penghianatan.

You Might Also Like

0 komentar